Pemikiran Pendidikan Islam Buya Hamka dan Relevansinya dalam Menjawab Tantangan Pendidkan Islam Kontemporer

Authors

  • Alia Fatkhatus Sa’adah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Author

Keywords:

Buya Hamka, Pemikiran Pendidikan Islam, Pendidikan Islam Kontemporer, Akhlak, Integrasi Ilmu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran pendidikan Islam Buya Hamka dan menelaah relevansinya dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan Islam pada era kontemporer. Tantangan tersebut mencakup pesatnya perkembangan teknologi digital, degradasi moral di kalangan peserta didik, arus globalisasi budaya, serta tuntutan untuk menghadirkan pendidikan yang mampu mengintegrasikan dimensi intelektual, spiritual, dan moral secara seimbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis berbagai karya Buya Hamka, seperti Lembaga Budi, Tasawuf Modern, dan Falsafah Hidup, yang didukung oleh literatur ilmiah terkait pemikiran pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam yang dikemukakan Buya Hamka berfokus pada pembinaan akhlak, pengembangan potensi akal dan ruhani, serta penyelarasan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum yang berlandaskan nilai-nilai tauhid. Pemikiran tersebut masih sangat relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam masa kini karena dapat menjadi landasan dalam membentuk generasi yang berakhlak, berpikir kritis, memiliki religiusitas yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Temuan ini mengimplikasikan bahwa nilai-nilai pendidikan yang ditawarkan Buya Hamka dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kurikulum dan praktik pendidikan Islam yang lebih komprehensif, humanis, dan responsif terhadap dinamika sosial modern.

References

Alfian, M. (2019a). Pemikiran Pendidikan Islam Buya Hamka. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 19(02), 89–98. https://doi.org/10.32939/islamika.v19i02.454

Anita, A., & Kartowagiran, B. (2019). Karakter Religius Pada Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2). https://doi.org/10.21831/jpk.v9i2.26838

Cholvistaria, M., & Gunawan, A. (2025). Pengaruh Artificial Intelligence (AI) Terhadap Berpikir Kritis Mahasiswa. Poace: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.24127/poace.v5i1.8155

Hamka. (1962). Lembaga Hidup. Djajamurni.

Hamka. (1979). Kenang-Kenangan Hidup (Vol. 1). Bulan Bintang.

Hamka. (1980). Falsafah Hidup. Pustaka Islamiyah.

Hamka. (1983). Lembaga Budi . Pustaka Panjimas.

Khaliq, A. (2013). Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Hamka . Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 3(1).

Kolb, D. A. . (1984). Experiential learning : experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.

Lickona, Thomas. (1991). Educating for character : how our schools can teach respect and responsibility. Bantam.

Mardiah Astuti, Herlina Herlina, Ibrahim Ibrahim, Yusniasari Yusniasari, Selpita Selpita, Mia Anisa, & Indah Purnamasari. (2023). Pendidikan Islam Dalam Menangani Tantangan Global. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 2(1), 201–208. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v2i1.1306

Maslow, A. Harold. (1970). Motivation and personality. 2nd ed. Harper & Row.

Qomariyah, N., & Maghfiroh, M. (2024). Relevansi Konsep Pendidikan Islam Perspektif Buya Hamka Di Era Society. Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 128–147. https://doi.org/10.19105/rjpai.v4i2.8700

Ribble, Mike. (2015). Digital citizenship in schools : nine elements all students should know. International Society for Technology in Education.

Sa’adah, U. L., Lasan, B. B., & Hidayah, N. (2026). Berpikir Kritis atas Informasi Hoaks di Media Sosial bagi Siswa Tingkat SMA. Jurnal Pendidikan Humaniora, 8(3). https://doi.org/10.17977/2442-3890.1106

Samsul Nizar. (2008). Memperbincangkan Dinamika Intelektual dan Pemikiran Hamka tentang Pendidikan Islam: Seabad Buya Hamka . Kencana.

Saputri, S., Ardivanto, A., & Rofian, R. (2025). Penanaman Pendidikan Karakter pada Peserta Didik di Sekolah Dasar. Journal of Education Research, 6(1), 166–173. https://doi.org/10.37985/jer.v6i1.2293

Sihombing, S., & Bahafi Alamsyah, M. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Tasawuf Dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter. Jurnal Man-Anaa, 1(1), 66–77. https://doi.org/10.58326/man.v1i1.260

Silva, A. D., Muqit, Abd., & Hunaida, W. L. (2024). Pendidikan Islam Perspektif Buya Hamka di Era Digital. TSAQOFAH, 5(1), 202–213. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i1.4323

Sudin, S. (2011). Pemikiran Hamka Tentang Moral. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 12(2), 223–234. https://doi.org/10.14421/esensia.v12i2.710

Utomo, A. W., & Dartim, D. (2020). Konsep Pendidikan Islam Integralistik: Studi Pemikiran Buya HAMKA dan Mohammad Natsir. Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices, 4(2), 273–292. https://doi.org/10.23917/iseedu.v4i2.14342

Zul, D. R. (2021a). Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Buya Hamka. Kutubkhanah, 20(2), 102. https://doi.org/10.24014/kutubkhanah.v20i2.13346

Downloads

Published

2026-07-19

How to Cite

Pemikiran Pendidikan Islam Buya Hamka dan Relevansinya dalam Menjawab Tantangan Pendidkan Islam Kontemporer. (2026). Serambi Pendidikan: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 199-216. https://jurnal.staibalikpapan.ac.id/index.php/serambi-pendidikan/article/view/135