Literasi Hukum Keluarga Berdimensi Pidana Islam dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Model Integratif Kolaborasi Prodi Hukum Pidana Islam dan Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Literasi Hukum Keluarga; Hukum Pidana Islam; Pendidikan Agama Islam; Perkawinan Anak; KDRT; Maqashid Syariah.Abstract
Peningkatan batas usia perkawinan melalui UU No. 16 Tahun 2019 belum sepenuhnya menekan perkawinan anak karena dispensasi kawin tetap terbuka, sementara persoalan hukum keluarga lain, seperti pemaksaan perkawinan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), telah memiliki konsekuensi pidana. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berpotensi menjadi ruang literasi hukum keluarga bagi peserta didik, tetapi kajian mengenai integrasi dimensi pidana Islam ke dalam pembelajaran tersebut masih terbatas. Artikel ini bertujuan menyusun model integratif literasi hukum keluarga berdimensi pidana Islam dalam pembelajaran PAI melalui kolaborasi Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) dan PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis tematik model Miles, Huberman, dan Saldaña terhadap peraturan perundang-undangan dan 30 literatur nasional serta internasional. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan: (1) dispensasi kawin masih dipengaruhi norma lokal dan pertimbangan hakim yang belum konsisten; (2) perkawinan anak, pemaksaan perkawinan, dan KDRT dapat dibaca melalui kerangka jarimah ta'zir dan maqashid syariah; dan (3) pembelajaran PAI cenderung normatif-kognitif sehingga perlu diperkuat melalui model empat komponen: pengetahuan hukum, nilai maqashid, sikap perlindungan, dan keterampilan rujukan. Artikel ini menawarkan kerangka kolaborasi lintas program studi yang dapat diuji secara empiris pada penelitian lanjutan.
References
Afandi, A., Billah, M. E. M., & Siddiq, M. (2024). Dispensasi hukum perkawinan di bawah umur perspektif hukum Islam dan hukum nasional. Jurnal Ilmiah Global Education, 5(4), 2045–2054. https://doi.org/10.55681/jige.v5i4.3395
Al Hasan, F. A., & Yusup, D. K. (2021). Dispensasi kawin dalam sistem hukum Indonesia: Menjamin kepentingan terbaik anak melalui putusan hakim. Al-Ahwal, 14(1).
Andriyani, Y., & Sukardi, D. (2023). Kekerasan dalam rumah tangga perspektif hukum pidana Islam. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 11(2), 175–199. https://doi.org/10.25157/justisi.v11i2.10425
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
Bukido, R., Harun, N., Alwi, M., & Kamaru, F. F. (2023a). Muslim society's response to the new rule of marriage age. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 8(1).
Bukido, R., Haris, C., Rosyadi, M. A. R., & Suleman, Z. (2023b). Reception of marriage age limit in marriage law in Indonesia. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(1), 146–174.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Efevbera, Y., & Bhabha, J. (2020). Defining and deconstructing girl child marriage and applications to global public health. BMC Public Health, 20, Article 1547. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09545-0
Efrinaldi, E., Jayusman, J., & Yenis, M. (2023). Revealing the dilemma of marriage dispensation regulations in Indonesia. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 5(1), 31–46. https://doi.org/10.37876/adhki.v5i1.113
Fadillah, N. (2022). Urgensi pembatasan umur perkawinan dalam Undang-Undang No 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan (perspektif sadd adz-dzari'ah). Tashwir, 10(2), 91–108. https://doi.org/10.18592/jt.v10i2.7492
Fakihudin, R., Raharjanti, P., & Huda, M. W. S. (2022). Relevance of religious court decisions regarding dispensation in child marriage. Indonesia Private Law Review, 3(1), 37–46. https://doi.org/10.25041/iplr.v3i1.2567
Hasan, N., Mufid, M., Noor, N. M., Rais, H., & Ali, Z. Z. (2026). Adaptive discretion in child marriage prevention: Street-level bureaucracy in Indonesia's Islamic marriage administration. Journal of Islamic Law, 7(1). https://doi.org/10.24260/jil.v7i1.5265
Hasibuan, Z. E. (2019). Asas persetujuan dalam perkawinan menurut hukum Islam (Menelaah penyebab terjadinya kawin paksa). El-Qanuny, 5(2), 198–211.
Hernawan, & Widigdo, M. S. A. (2023). Peran pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi nikah perspektif children's best interest: Studi kasus Pengadilan Agama Wonosari. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(5), 3491–3506. http://dx.doi.org/10.35931/aq.v17i5.2652
Horii, H. (2020). Legal reasoning for legitimation of child marriage in West Java: Accommodation of local norms at Islamic courts and the paradox of child protection. Journal of Human Rights Practice, 12(3), 501–523. https://doi.org/10.1093/jhuman/huaa041
Ilma, M. (2020). Regulasi dispensasi dalam penguatan aturan batas usia kawin bagi anak pasca lahirnya UU No. 16 Tahun 2019. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 2(2), 133–166.
Jannah, W., Pratama, A., Gabryella, G., Matippanna, R., Nugraha, S. A., & Al Hafiz, S. Y. (2023). Dinamika perumusan pasal dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual terkait pemaksaan perkawinan. Jurnal Restorasi Hukum, 6(2), 112–129. https://doi.org/10.14421/jrh.v6i2.3216
Judiasih, S. D., Dajaan, S. S., & Nugroho, B. D. (2020). Kontradiksi antara dispensasi kawin dengan upaya meminimalisir perkawinan bawah umur di Indonesia. Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 3(2), 203–222.
Karen, K. N., Maryandi, Y., & Mujahid, I. (2022). Tinjauan maqashid syariah terhadap kawin paksa. Bandung Conference Series: Islamic Family Law, 2(2). https://doi.org/10.29313/bcsifl.v2i2.2756
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Musawwamah, S., Taufiq, M., Haryanto, E., Supraptiningsih, U., & Maimun. (2023). Resistance to child marriage prevention in Indonesia and Malaysia. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 23(1), 259–280.
Musfiroh. (2016). Pernikahan dini dan upaya perlindungan anak di Indonesia. De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah, 8(2).
Mustaqim, Z., Tamam, A. M., & Rahman, I. K. (2021). Strategi Pusaka Sakinah dalam menjawab tantangan ketahanan keluarga dalam permasalahan pernikahan dini. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 133. https://doi.org/10.32832/tawazun.v14i2.4116
Nawawi, M. A., et al. (2022). Harmonization of Islam and human rights: Judges' legal arguments in rejecting child marriage dispensation in Sukadana, Indonesia. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 22(1), 117–134.
Nurfieni, A. (2023). The impact of Law Number 16 of 2019 about marriage age dispensation on the child marriage gap. Indonesian Journal of Law and Islamic Law, 5(2), 50–61. https://doi.org/10.35719/ijlil.v5i2.330
Nurlaelawati, E. (2010). Modernization, tradition and identity: The Kompilasi Hukum Islam and legal practice in the Indonesian religious courts. Amsterdam University Press.
Pasondong, U., Fachrurrazy, M., Yusmad, M. A., & Beddu, R. (2023). Legitimacy of marriage dispensation in religious courts based on the law, judges' considerations, and case decisions. Al-Bayyinah, 7(2), 204–225. https://doi.org/10.30863/al-bayyinah.v7i2.4239
Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Shahrullah, R. S., Firdaus, F., Syarief, E., Rahmadhony, A., Situmeang, A., Nasution, S. L., Nurlaily, N., Kistiana, S., & Nugraha, D. G. (2023). Dilemmas faced by judges when granting marriage dispensations for child marriages in West Java, Indonesia. International Journal of Law, Policy and the Family, 37(1), Article ebad035. https://doi.org/10.1093/lawfam/ebad035
Yetta, Y., Rajafi, A., & Subeitan, S. M. (2024). Understanding the implications of marriage law amendments: Marriage dispensation cases in Indonesian religious courts. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 9(1), 121–136. https://doi.org/10.29240/jhi.v9i1.8979
Zulkarnain, Bulan, S., & Bakti, I. K. (2025). Religious moderation in Islamic education as an approach to preventing sexual harassment: Implementation analysis in Indonesian madrasahs. British Journal of Religious Education. https://doi.org/10.1080/01416200.2025.2570481
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Saski Anastasia Remilda, Bagas Ilham Yudhiantoro (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



